Saturday, November 26, 2005

Kelenjar Bartholini

Kelenjar Bartholini adalah bagian dari alat kelamin dalam wanita. Mereka terletak di setiap sisi labia minor (bibir dalam mulut vagina), dan mereka mengeluarkan sejumlah kecil (satu atau dua tetes) cairan sewaktu seorang wanita sedang terangsang secara seksual. Tetes-tetes kecil cairan ini pernah dikira penting untuk melumasi vagina, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa pelumasan vagina datang dari bagian vagina yang lebih dalam. Cairan tersebut bisa sedikit melembabkan mulut vagina (labia), membuat kontak pada daerah sensitif ini lebih nyaman.
Kelenjar bartholini dapat menjadi teriritasi atau terinfeksi, mengakibatkan pembengkakan dan rasa sakit. Kondisi yang tidak biasa ini dapat dengan mudah ditangani oleh ahli kesehatan yang berkualifikasi.

Read More......

Wednesday, November 16, 2005

Fungsi otot pubococcygeus

Tak banyak yang tahu bahwa perempuan sebenarnya lebih perkasa dibandingkan laki-laki dalam kemampuan mencapai orgasme. Perempuan sudah 'dari sononya' mampu mencapai orgasme berkali-kali dalam rentang waktu singkat, apabila rangsangan berlangsung intensif dan dilakukan dalam periode yang cukup lama.

Itu sebabnya, dalam alternatif pemecahan sementara, kalau anda hendak memuaskan pasangan anda selama berkali-kali orgasme, cobalah pertahankan ereksi selama 10 sampai 15 menit, minimal. Dengan asumsi anda melakukan pemanasan pendahuluan secara ciamik maka dalam periode tersebut, anda bisa 'memaksanya' orgasme dua sampai tiga kali lagi.

Lelaki tidak dikaruniai kemampuan itu secara instinktif. Umumnya lelaki mencapai orgasme bersamaan dengan ejakulasi, suatu proses di mana air mani memancar keluar dari ujung penis secara tak terkendalikan.

Tetapi pernahkah anda mengalami dalam salah satu kesempatan orgasme secara berturut-turut meski dalam rentang beberapa detik sekali, yang kemudian berujung pada ejakulasi? Itulah pengalaman yang memberi aufklaerung (pencerahan) pada diri lelaki bahwa sebenarnya orgasme tak mesti datang bersamaan dengan ejakulasi.

Dengan sedikit latihan, lelaki bisa mengatur dirinya orgasme berkali-kali tanpa mesti mengalami ejakulasi yang berujung pada peleraian, suatu suasana selama beberapa detik sampai 1-2 menit, saat mana lelaki merasa egois dan merasa emoh dengan pasangannya.

Triknya adalah dengan memperkuat otot pubococcygeus, jaringan yang berfungsi ketika kita menahan kencing agar tidak keluar karena retsleting celana belum dibuka. Dengan latihan beberapa kali menahan (atau lebih tepat: menutup) saluran kencing saat sedang berkemih maka anda sudah bisa memfungsikan pubococcygeus untuk menahan air mani terlepaskan secara tidak sengaja, yang mendorong terjadinya peleraian, atau keadaan lega pasca orgasme.

Dengan cara itu, tak menjadi masalah seberapa mendesak dorongan untuk orgasme duluan dalam diri lelaki karena tak mesti diikuti dengan ejakulasi yang memicu peleraian, yang melegakan sekaligus menyesakkan (bergantung situasi pasangan). Bahkan lelaki pun bisa bersama-sama mengalami orgasme berkali-kali, dengan menyisakan ejakulasi pada saat yang diinginkannya.

Read More......

Friday, November 11, 2005

Penis, phallus, lingga?

Apa pun penamaannya, apakah penis, phallus atau lingga, semuanya merujuk pada objek yang sama, organ kelamin laki-laki. Sejak zaman purba sudah dipuja sebagai bagian dari kenikmatan seksual, sebagaimana juga vagina atau yoni.
Penis adalah organ sepanjang kurang lebih 5-10 cm pada keadaan istirahat dan bisa berlipat dua panjangnya dalam keadaan ereksi, yakni kondisi fisiologis saat aliran darah mengisi penuh pembuluh di sepanjang penis sehingga menyebabkannya menggelembung seperti balon kecil yang keras (tidak sekeras baja, tentu saja, tetapi cukup kuat untuk melakukan penetrasi ke dalam organ kelamin wanita, sesuatu yang mustahil terjadi bila penis tengah dalam kondisi istirahat).

Ereksi adalah suatu kondisi yang dibutuhkan demi keberlangsungan suatu senggama. Alhasil, membicarakan penis identik dengan membahas kemampuan ereksinya. Atau secara lebih lugas: keberadaan lingga menjadi berarti sejauh fungsinya dalam hal seksual.

Ini sesuatu yang agak berlebihan, tentu saja, karena tidak semua orang berminat pada fungsi seksual dari penis. Juga bahwa pada anak-anak lelaki yang belum memasuki akil balik, penis lebih berfungsi sebagai saluran kencing daripada sebuah organ seks.

Organ ini bisa dibedakan atas dua bagian. Pertama, apa yang dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai kepala penis atau ujung penis. Dan kedua, batang atau tubuh. Terdapat pada kepala penis itu selubung yang disebut kulit khatan, yang dalam suatu sirkumsisi atau sunat -entah atas alasan agama atau kesehatan–dipotong sehingga kepala penis terlihat telanjang.

Ukuran, warna dan bentuk penis berbeda-beda untuk setiap kelompok etnik. Umumnya kehitaman, dengan panjang saat tidak ereksi bervariasi antara 5 sampai 10 cm dan diameter 2,5-3,5 cm (jangan ukur sekarang!).

Meski umumnya lelaki lebih merasa nyaman dengan penis yang berukuran panjang, namun tidak pernah ada bukti kuat terdapatnya hubungan signifikan antara panjang penis dengan kemampuan memuaskan pasangan. Penjelasan ilmiah atas itu adalah: bagian terpeka dari vagina terletak pada beberapa centimeter saja dari mulut vagina. Makin ke dalam makin tidak peka. Demikian juga bagian paling peka dari penis itu terletak pada ujung atau kepala penis, serta daerah perbatasan antara kepala dan batang tubuh, bahagian yang menonjol, yang dalam dunia medis disebut sebagai corronal ridge. Demikian juga diameter tidak berpengaruh secara signifikan karena liang yoni memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan besaran yang tersedia.

Dalam kaitan itulah, kenikmatan seksual adalah pada proses 'goyangan'nya, pada gesekan antara kepala penis dan mulut vagina, di mana keduanya menjadi tempat berkumpulnya ratusan saraf superpeka.

Penis apabila dirangsang akan menyebabkan pembuluh-pembuluh darah di dalamnya terisi penuh dengan darah dan mengembang. Saat ejakulasi, mulut penis akan menyemprotkan cairan mani, di dalamnya termasuk sperma. Setelah itu lazimnya penis akan terkulai tak berdaya sampai periode waktu tertentu sebelum dimungkinkan untuk dibangkitkan kembali dari 'tidur panjang'nya.

Kemampuan penis mengembangkan diri ditentukan oleh banyak faktor. Di antaranya: suhu, perasaan rileks, ketegangan pikiran yang dialami atau stres. Makin tegang dan nervous seseorang, makin sulit ia mencoba ereksi. Dalam kondisi lelaki merasa aman, tenang, rileks berhawa dingin dan terangsang secara seksual maka segala sesuatunya terasa lebih mudah.

Read More......

Tuesday, October 25, 2005

sering bercinta=awet muda?

Anda ingin awet muda atau bahkan terlihat lebih muda dari usia Anda? Tak perlu repot-repot minum obat ini, jamu itu atau sampai operasi plastik. Jawabannya sederhana kok, sering-seringlah bercinta dengan suami Anda!
Adanya kehidupan seks yang sehat dapat membantu Anda terlihat 7 sampai 12 tahun lebih muda dari usia Anda sebenarnya.

Sebuah studi membuktikan, mereka yang terlihat muda adalah mereka yang secara konsisten berhubungan seks 3 kali dalam seminggu. Sementara yang jarang berhubungan umumnya terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
Bila mencapai orgasme, bahkan dapat lebih mengarah pada pembebasan hormon yang mendukung sistem kekebalan dan memperlambat penuaan dini, demikian menurut neuropsychologist David Weeks, Ph.D dari Royal Edinburgh Hospital di Skotlandia.

Yang perlu Anda

Read More......

Sunday, October 23, 2005

Deteksi Dini Kanker Payudara

Untuk kamu para cewek, payudara merupakan lambang kewanitaan yang paling berharga sehingga kesehatannya harus kudu di jaga. Beda dengan kamu yang cowok ngga' "ngaruh" tuh payudara lho. Saat ini penyakit yang sangat mengganas menyerang payudara adalah kanker yang lebih ngtrend kita denger dengan "Kanker Payudara".Kanker payudara sebenrnya tidak akan menjadi penyakit yang memambahayakan jika saja kita2x mau peduli dan tau sejak dini jika penyakit itu menyerang. Menurut penelitian hanya 30% saja penderita kanker payudara yang datang dalam stadium dini. Yang lainnya dateng mah kalo sudah kasep "parah". Dilain pihak, menangani kanker payudara sejak dini dan penanganan secepatnya akan memberikan harapan kesembuhan dan harapan hidup yang lebih besar.

Faktor yang menyebabkan keterlambatan penderita kanker payudara dateng minta pertolongan antara lain :

1. Penderita ngga' tau atau masih bego tentang penyakit kanker

2. Tidak atau kurang memperhatikan payudaranya (tapi jangan terlalu kali ya…)

3. Adanya rasa malu untuk memberitahukan atau memeriksakan payudaranya (nah lho…..?!)

4. Rasa takut akan dioperasi serta faktor sosial ekonomi.

5. Gencarnya pemberitaan di media massa atau pemberitaan tentang keberhasilan therapy tradisional (Dukun bo'….).Kanker payudara lebih banyak terjadi pada kamu2x kaum cewek.

Nah biar kamu ngga' rada bego masalah ini. Coba lihat sendiri tanda-tanda dari kanker payudara, antara lain yaitu :

1. Terdapat benjolan di payudara.
2. Merah yang terus-menerus diskeitar puting susu.
3. Puting susu berdarah atau mengeluarkan cairan yang tidak wajar.
4. Kulit payudara berubah menjadi bengkak, berkerut, terdapat lekukan, puting susu tertarik kedalam payudara.

Pemeriksaan payudara bisa kamu lakukan sendiri jika kamu ogah dateng ke dokter. Caranya coba kamu lakukan seperti ini :

1. Lihat perubahan bentuk payudara di depan cermin. Mula-mula dengan kedua lengan disamping badan, kemudian kedua lengan diangkat diatas kepala, akhirnya dengan kedua lengan ditekan kuat diatas pinggul dan tegangkan otot dada. Pada setiap posisi putar badan dari samping ke samping dan perhatikan perubahan dalam bentuk dan besarnya payudara, perubahan dari puting susu, perubahan dari kulit payudara.

2. Rasakan perubahan dengan cara berbaring. Letakkan bantal kecil di bawah bahu kanan. Letakkan lengan kanan kamu di bawah kepala. Gunakan tangan kiri kamu untuk memeriksa payudara sebelah kanan. Ratakan jari-jari kamu mendatar untuk merasakan adanya benjolan atatu penebalan.

3. Perhatikan tanda-tanda pendarahan atau keluarnya cairan dari puting susu. Perlahan-lahan pencet puting susu dan lihat apakah ada darah atau cairan yang keluar.

4. Ulangi cara yang sama untuk payudara yang sebelah kiri. Kali ini bantal harus dibawah bahu kiri, letakkan tangan kiri anda dibawah kepala dan gunakan tangan kanan untuk memeriksa payudara sebelah kiri.

Ingatlah jangan takut yang berlebihan, karena sebagian besar benjolan di payudara adalah bukan "KANKER". Tetapi bila ternyata kanker, temukan sedini mungkin dan dengan mengobati seawal mungkin maka kemungkinan besar bisa sembuh total.

Periksa payudara kamu setiap bulan, kira-kira satu minggu setelah menstruasi.

Read More......

Tuesday, October 11, 2005

masturbasi, tetap jadi pertanyaan

'Pelumas' atau lubrikan buatan sering digunakan untuk 'menolong' para wanita yang mengeluh sakit ketika bersanggama. Rasa nyeri ketika bersanggama pada umumnya diakibatkan oleh kurangnya lubrikasi yang secara alamiah diproduksi menganjurkan agar para wanita ini menggunakan lubrikan buatan, yang dapat dibeli langsung di toko obat. Selain praktis, efektivitas lubrikan buatan ini akan langsung terasa.

Apakah masturbasi berakibat buruk bagi kesehatan?
Tidak

Apakah masturbasi menyebabkan pimples?
Tidak

Apakah masturbasi ada hubungannya dengan kemampuan seseorang untuk menjadi ayah atau ibu?
Tidak

Apakah masturbasi dapat menyebabkan ketagihan (kegilaan)?
Tidak

Apakah masturbasi dapat memperbesar ukuran penis?
Tidak

Atau mungkin masturbasi malah dapat memperkecil atau menciutkan penis?
Tidak juga

Apakah masturbasi dapat mengubah bentuk penis?
Tidak

Apakah masturbasi dapat mengubah bentuk, warna dan ukuran vagina?
Tidak

Apakah masturbasi menyebabkan penyakit tertentu?

Tidak

Apakah masturbasi yang dilakukan ketika remaja dapat mempengaruhi kemampuan seksual ketika dewasa nanti?

Tidak

Apakah ada yang salah jika tidak melakukan masturbasi?
Tentu tidak

Catatan: Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirangkum dan dijawab oleh The Kinsey Institute Amerika.

Read More......

Monday, October 10, 2005

Penyakit Bola Biru (Blue Balls)

Bola Biru adalah istilah prokem yang mengacu pada rasa nyeri di testis yang terjadi bila darah yang memenuhi pembuluh darah daerah kelamin pria selama rangsangan seksual tidak dialirkan melalui orgasme. Saat seorang pria menjadi terangsang secara seksual, pembuluh nadi yang membawa darah ke daerah kelamin melebar, sementara pembuluh balik yang membawa darah dari daerah kelamin menjadi lebih sempit dibanding pada saat tidak terangsang.
Aliran darah yang tidak seimbang ini mengakibatkan bertambahnya jumlah darah yang ‘terperangkap’ dalam alat kelamin dan menyebabkan penis menjadi ereksi dan testis menjadi penuh dengan darah. Selama proses pembendungan dalam pembuluh darah ini, testis menjadi 25 - 30 persen lebih besar.

Jika seorang pria mencapai orgasme dan mengeluarkan cairan sperma (berejakulasi), pembuluh nadi dan pembuluh balik akan kembali ke ukuran yang semula. Berkurangnya volume darah di alat kelamin akan membuat penis dan testis kembali ke ukuran semula dalam waktu yang relatif singkat. Namun bila ejakulasi tidak terjadi, mungkin timbul rasa berat, nyeri dan tidak enak pada testis akibat terbendungnya aliran darah yang terus-menerus. Mungkin karena warna kebiruan yang timbul akibat terperangkapnya darah dalam pembuluh darah di testis, rasa nyeri ini akhirnya dikenal dengan sebutan ‘bola biru’. Kondisi ini biasanya tidak berlangsung lama, dan derajat rasa nyeri yang timbul biasanya juga ringan.

Kebanyakan pria telah terbiasa berejakulasi saat mereka mengalami ereksi selama aktivitas seksual. Kegagalan untuk berejakulasi dan merasakan orgasme seringkali menambah frustasi dan kekecewaan. Pria yang percaya bahwa mereka harus berejakulasi setiap kali mengalami ereksi cenderung menekan pasangannya untuk meneruskan hubungan seks tanpa memperdulikan perasaan pasangannya.

Sebagian pria merasa bahwa masturbasi adalah solusi untuk masalah ini. Namun sebagian lagi menyadari bahwa ejakulasi bukanlah syarat dalam setiap aktivitas seksual. Sikap ini memungkinkan baik si pria maupun pasangannya untuk lebih santai dan belajar bahwa kenikmatan dalam setiap hubungan seksual dapat diperoleh tanpa harus mencapai ejakulasi atau orgasme.

Read More......