Thursday, October 26, 2006

Penyakit Psikis Seksual - Fetisisme

Kata ini berasal dari bahasa Portugis feitico yang berarti sulapan sihir. Pada fatisisme pria mencari kepuasan seksual dengan menyentuh benda-benda atau bagian tubuh dari yang menjadi sasaran nafsu seksualnya. Benda-benda itu misalnya: pakaian dalam wanita atau sepatunya. Fatisisme ini biasanya bersamaan dengan kleptomania, yaitu orang yang puas secara seksual dengan mengadakan koleksi celana dalam wanita atau BH hasil curian. Fatisisme banyak terdapat pada kaum pria. Penyebabnya adalah karena perasaan infantil di barengin rasa agresif. Seringkali sebagai akibat dari sifat asosial dan di bayangi oleh kecemasan menjadi impoten.

Read More......

Tuesday, October 24, 2006

ejakulasi dini

Ejakulasi Dini biasanya dengan mudah terdeteksi oleh seorang laki-laki atau pasangannya, tetapi selama bertahun-tahun kalangan profesional merasa kesulitan untuk mendefinisikannya secara jelas. Definisi yang sederhana adalah bahwa ejakulasi dini adalah ejakulasi yang terjadi sebelum si laki-laki merasa siap. Sebagaimana dikatakan Helen Kaplan, M.D. dan profesional lainnya, fenomena ini bisa terjadi karena si laki-laki tidak sadar bahwa dia akan berejakulasi. Dan sekalipun ia bisa merasakan bahwa dia akan berejakulasi, dia tidak bisa mengendalikan atau menunda prosesnya. Ejakulasi adalah refleks otomatis pada saat mencapai tingkat rangsangan tertentu. Pengendalian refleks ejakulasi mengharuskan si laki-laki untuk mengenal dan mengatur jumlah rangsangan yang dia alami sehingga dia tidak mencapai tingkat rangsangan yang memicu ejakulasi sebelum dia menginginkannya. Ada satu titik tertentu yang tidak memungkinkan pembalikan proses, yaitu titik ejakulasi tak terhindarkan, dan jika titik ini dilampaui maka ejakulasi terjadi secara otomatis. Jadi untuk menunda ejakulasi si laki-laki harus belajar mengendalikan jumlah penerimaan rangsangan seks agar dia tidak mencapai titik ejakulasi tak terhindarkan sebelum dia siap.

Mereka yang mengalami ejakulasi dini seringkali mempertanyakan tentang maskulinitas mereka dan kehilangan kepercayaan diri dalam kemampuan seksual mereka dimana hal ini sering menimbulkan rasa rendah diri. Istilah “ejakulator dini” menandakan bahwa si laki-laki seakan-akan “kurang berkembang” atau “belum sepenuhnya dewasa”. Dalam membahas kondisi ini kalangan terapis lebih menyukai istilah “ejakulator cepat”, tetapi walaupun ini lebih halus, istilah ini masih menandakan bahwa ia ada gangguan atau perlu disalahkan. Masalah yang sebenarnya bukanlah penderitanya tetapi keluarannya, yaitu ejakulasi yang lebih cepat daripada yang diinginkan.

Ejakulasi dini, dan perasaan negatif si laki-laki (atau pasangannya) terhadap hal ini, seringkali bisa menyebabkan bertambah buruknya konflik yang sudah ada. Dalam beberapa kasus, ejakulasi dini dan perasaan emosionil tentang hal ini, jika tidak dibicarakan secara terbuka bisa menimbulkan konflik hubungan yang serius dan lebih banyak masalah seksual, seperti kesulitan ereksi dan penurunan gairah seksual terhadap salah satu atau kedua belah pihak.

Ejakulasi dini bisa terjadi pada laki-laki dengan berbagai umur dan latar belakang sosioekonomi yang berbeda-beda. Ada laporan yang menyebutkan terjadinya ejakulasi dini pada laki-laki tanpa gangguan psikologis dan pada mereka yang menderita stres kecemasan yang hebat. Kondisi medis atau alasan fisik jarang menjadi penyebab ejakulasi dini. Tetapi jika seorang yang sebelumnya tidak pernah mengalami masalah ini, tetapi tiba-tiba menderita ejakulasi dini, maka sebaiknya dia menemui seorang urolog untuk menentukan apakah adanya penyakit atau masalah neurologis.

Dalam kebanyakan kasus ejakulasi dini, si penderita selama bertahun-tahun merasa khawatir dan cemas dengan kemampuannya untuk mengendalikan ejakulasi, yang mungkin berawal dari hubungan seksnya yang pertama atau di masa sebelumnya. Beberapa terapis berpikir bahwa remaja laki-laki di luar kesadaran, oleh karena pengalaman pertama dalam kehidupan seks mereka, belajar untuk berejakulasi secara cepat. Pengalaman pertama masturbasi yang dilakukan dengan cepat untuk merasakan kembali perasaan enak dari orgasme (atau supaya tidak dipergoki), atau melakukan hubungan seks dengan terburu-buru di jok belakang mobil, atau di sofa ruang keluarga, bisa memberikan kontribusi pada remaja untuk belajar berejakulasi secara cepat diluar sepengetahuan dirinya.

Penting untuk diketahui bahwa wajar dan normal bagi laki-laki untuk mengalami ejakulasi dini. Sebagai contoh, jika dia tidak mengalami hubungan seks selama jangka waktu tertentu, atau baru memulai hubungan seksual dengan pasangan yang baru, dia mungkin mengalami kehilangan kendali. Ejakulasi dini akibat hal ini biasanya cepat berlalu dan dalam waktu yang singkat dia sudah kembali ke tingkat kendali yang lama.

Faktor psikologis, seperti takut untuk gagal, atau masalah hubungan cinta, seperti rasa marah terhadap pasangan, turut mempengaruhi berkurangnya kendali ejakulasi laki-laki. Ada berbagai teori tentang penyebab psikologis ejakulasi dini dan setiap teori memiliki pendekatan terapisnya masing-masing untuk membantu mengembalikan daya kendali penderitanya. Terapis yang sedang merawat seorang pria, atau seorang pria dengan pasangannya, seringkali mengangkat hal ini selama berlangsungnya perawatan. Tetapi perawatan utama terhadap kendali ejakulasi adalah membantu si laki-laki, dengan berbagai teknik, untuk secara berulang-kali memusatkan perhatiannya pada sensasi erotis yang semakin hebat sewaktu dia mendekati pencapaian orgasme. Dengan meningkatkan kesadaran dia tentang pertambahan sensasi nikmat dia lebih mampu untuk menentukan kemajuan dia dalam mencapai orgasme dan ejakulasi. (Catatan: orgasme dan ejakulasi adalah dua peristiwa yang berbeda, yang disebabkan oleh sistem yang berbeda dalam tubuh laki-laki, walaupun mereka biasanya terjadi pada waktu yang bersamaan. Istilah orgasme umumnya digunakan jika sedang membicarakan ejakulasi laki-laki. Secara teknis, orgasme hanyalah puncak rasa nikmat yang intens yang biasanya menyusul setelah seorang laki-laki terangsang hebat secara seksual. Ejakulasi adalah istilah yang dipakai untuk peristiwa menyemburnya cairan, yaitu ejakulat, dari ujung penis.) Dia belajar untuk lebih bisa memahami dan mengendalikan apa yang dulunya berada di luar kendali. Memusatkan perhatian pada pertambahan sensasi erotis yang akan berujung ke orgasme terbukti menjadi metode yang paling berhasil dalam membantu pria dan pasangannya dalam mengatasi ejakulasi dini. Metode ini lebih baik daripada berusaha mengabaikan sensasi tersebut (dengan memusatkan perhatian pada skor pertandingan sepak bola, memakai dua kondom, atau mengoleskan krim pemati sensasi pada penis.)

Pendekatan ini untuk pertama kalinya dikembangkan Dr. J. Semens pada 1956 dan dimodifikasi antara lain oleh William Masters dan Virginia Johnson pada akhir 1960-an dan awal 1970-an. Perawatan terhadap ejakulasi dini atau masalah seksual lainnya bersifat sangat individuil. Individu atau pasangan yang menginginkan bantuan terhadap masalah seksual dianjurkan untuk membaca lebih banyak tentang hal itu dan, jika masalah itu berlanjut, mencari bantuan ke terapis seks yang terlatih. Banyak terapis terdaftar yang bersedia membantu laki-laki dan/atau pasangan dalam mengatasi masalah mereka.

Read More......

Monday, October 23, 2006

Lingkungan dan Sperma Pria

Pria ternyata mahluk lemah, paling tidak untuk urusan kesehatan reproduksi. Banyak kondisi lingkungan yang bisa menurunkan kualitas sperma atau bahkan organ reproduksinya, yang bisa menyebabkan mereka mandul atau bahkan meninggal.

Beberapa penelitian di Amerika Serikat terkini mengungkapkan terjadinya penurunan kualitas sperma yang cepat, meningkatnya kelainan alat kelamin bawaan pada bayi laki-laki, dan meningkatkan kasus kanker prostat pada pria muda.

Para ahli khawatir, angka gangguan kesehatan organ reproduksi yang meningkat tersebut disebabkan oleh zat-zat kimia tersebut di dalam tubuh dapat mengganggu kerja berbagai kelenjar yang memproduksi hormon-hormon reproduksi pria.

Para ahli mungkin masih mendebatkan bagaimana zat-zat kimia tersebut bisa merusak sistem reproduksi pria, tapi mereka semua setuju akan satu hal: sistem reproduksi pria dalam keadaan bahaya.

Majalah BioEssays, misalnya mempublikasikan 61 hasil penelitian kualitas sperma dari berbagai negara. Data-data tersebut menunjukkan adanya penurunan jumlah sel sperma dalam cairan semen.

Sementara itu, para ahli lain mengkhawatirkan efek bahan-bahan kimia terhadap kanker testikular dan juga kelainan organ seksual bawaan pada bayi laki-laki yang baru lahir. seperti hypospadias (cacat pada saluran kemih). Menurut Theo Colborn, PhD, peneliti senior dari World Wildlife Fund, kemungkinan besar cacat bawaan tersebut disebabkan oleh zat-zat perusak endokrin.

"Selama ini kita berasumsi pelindung plasenta mencegah masuknya bahan-bahan kimia berbahaya ke janin. Padahal, dengan cara yang belum kami ketahui bahan kimia tersebut-bahkan dalam kadar yang sangat rendah-dapat masuk ke plasenta dan janin, dan kemudian mempengaruhi perkembangan organ reproduksinya," jelas Colborn.

Karena itu, Colborn mengingatkan para ibu yang sedang atau merencanakan hamil untuk berhati-hati dalam menggunakan bahan-bahan atau barang yang diketahui atau dicurigai mengandung zat kimia yang berbahaya. Yang lebih memprihatinkan lagi, efek zat kimia tersebut bisa tak terdeteksi dengan segera, karena gejala-gejalanya bisa saja muncul bertahun-tahun setelah si bayi laki-laki lahir.

Read More......

Kecanduan Seks Cyber

Kecanduan seks cyber telah menjadi sebuah sub-tipe yang spesifik dari kecanduan internet. Diperkirakan bahwa satu di antara lima pecandu internet terlibat dalam suatu bentuk aktivitas seksual online (terutama melihat pornografi cyber dan/atau terlibat dalam seks cyber). Beberapa penelitian terdahulu di luar negeri menunjukkan bahwa para pria memiliki kemungkinan lebih besar untuk melihat pornografi cyber, sementara para wanita memiliki kemungkinan lebih besar untuk terlibat dalam chatting erotis.

Tanda-tanda awal kecanduan seks cyber :

  1. Secara rutin menghabiskan jumlah waktu yang bermakna dalam ruang-ruang chatting dan pesan pribadi dengan tujuan utama menemukan seks cyber.
  2. Terlalu asyik menggunakan internet untuk menemukan pasangan-pasangan seks online.
  3. Secara sering menggunakan komunikasi anonim untuk terlibat dalam fantasi-fantasi seksual yang tidak lazim dilakukan dalam kehidupan nyata.
  4. Mengantisipasi sesi online yang berikutnya dengan harapan bahwa dirinya akan mendapatkan rangsangan ataupun pemuasan seksual.
  5. Menemukan bahwa dirinya sering berpindah dari seks cyber menjadi seks lewat telepon (atau bahkan pertemuan-pertemuan dalam dunia nyata).
  6. Menyembunyikan interaksi-interaksi online dari pasangan.

    7. Merasa bersalah atau malu atas penggunaan interaksi online.

  7. Pada awalnya, seseorang secara tidak sengaja terangsang oleh seks cyber, namun kini, ia menemukan bahwa dirinya secara aktif mencari seks cyber ketika sedang menjelajah di internet.
  8. Melakukan masturbasi sambil online, ketika terlibat dalam suatu chatting erotis.
  9. Mengurangi interaksi dengan pasangan seksual dunia nyata, dan lebih memilih seks cyber sebagai bentuk pemuasan seksual utama.

Kecanduan seks cyber sering dialami oleh orang-orang yang tidak percaya diri, dan orang-orang yang mengalami distorsi citra tubuh yang berat, disfungsi seksual yang tidak diobati ataupun menderita kecanduan seks (sexual addiction). Khususnya pada para pecandu seks, mereka seringkali beralih kepada seks cyber sebagai suatu bentuk seksual yang baru dan aman untuk menyalurkan hasrat seksual mereka, tanpa perlu membayar semahal bila mereka menggunakan telepon seks, tertangkap basah dalam toko buku khusus orang dewasa, ataupun tertular PMS.

Read More......

Risiko film porno bagi kehidupan seks remaja

Berbeda dari dugaan kita, film-film bioskop yang dikhususkan untuk orang-orang yang telah berumur lebih dari 17 tahun kini makin banyak ditonton oleh kalangan anak-anak yang masih remaja. Bahkan, film-film porno pun makin banyak beredar dan mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai usia, termasuk anak-anak di bawah umur.

Menurut sebuah studi terbaru, alur cerita film-film berlabel X ini ? yang sering memperlihatkan bahwa hubungan seks sama sekali tidak mempunyai kosekuensi apa-apa ? telah menimbulkan masalah serius. Film-film seperti itu, katanya, sangat terkait dengan munculnya perilaku seks berisiko tinggi di kalangan remaja.

Masalah yang selama ini sangat banyak menyita perhatian mungkin hanyalah keprihatinan terhadap kekerasan yang diekspos oleh media massa dan dampak buruknya terhadap perkembangan anak-anak remaja.

Sangat sedikit perhatian yang diberikan terhadap kemungkinan pengaruh buruk dari kandungan film-film yang terang-terangan mengekspos seksual ini terhadap perilaku remaja. Inilah yang menjadi sorotan studi yang dilakukan Dr. Gina M. Wingood dari Emory University di Georgia, Amerika Serikat, bersama timnya.

Tim tersebut baru-baru ini melakukan penelitian terhadap 522 gadis dengan usia antara 14 sampai 18 tahun. Ternyata, sebanyak 30% mengaku pernah menyaksikan film porno selama tiga bulan terakhir. Menurut ukuran Wingood, angka ini sudah sangat memprihatinkan.

Peneliti ini tidak memastikan di mana gadis-gadis ini menonton film yang hanya diperbolehkan untuk orang dewasa itu. Namun, menurut Wingood, fakta ini saja sudah semestinya menjadi peringatan keras bagi para orangtua. Meskipun ada larangan, banyak remaja tidak kesulitan memperoleh akses ke film-film khusus dewasa tersebut.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan ialah pengaruh film-film tersebut terhadap perilaku seksual remaja dalam kehidupan nyata. Menurut laporan tim tersebut dalam jurnal Pediatrics edisi Mei ini, remaja perempuan yang pernah menonton film jenis ini kemungkinan besar akan mempunyai lebih dari satu pasangan seksual. Mereka ternyata juga lebih sering melakukan hubungan seks.

Dalam kegiatan seksnya, mereka juga lebih besar kemungkinan mengabaikan penggunaan kondom. Juga, mereka tidak begitu peduli terhadap penggunaan pil KB. Akibatnya ? dan ini yang lebih menakutkan ? gadis-gadis ini ternyata mempunyai kemungkinan sebesar 70% terinfeksi oleh penyakit kelamin klamidia.

Menurut Wingood, perilaku seks remaja akan lebih mudah terpengaruh ketimbang dewasa oleh media massa. Besar kemungkinan kelompok usia ini akan meniru apa yang mereka tonton dalam film-film khusus dewasa tersebut.

Memang harus diakui, penelitian ini dilakukan di Amerika Serikat dengan kultur dan lingkungan yang berbeda. Namun, tanpa kita sadari, hal yang sama pun kemungkinan besar terjadi juga di negeri ini. Karena itu, ada baiknya apabila batas usia yang tertera dalam setiap judul film benar-benar diterapkan di bioskop-bioskop yang terdapat di berbagai sudut negeri ini

Read More......

Saturday, October 21, 2006

Seksualitas Pada Usia Awal Sekolah

Selama usia awal sekolah, seorang anak akan terus menentukan seksualitasnya. Proses ini merupakan bagian yang penting dari tugas anak dalam menemukan dan menentukan siapa dirinya. Seorang anak mungkin juga akan melakukan percobaan pertama untuk mengeksplorasi aktivitas seksual pada saat usia sekolah. Oleh sebab itu, usia ini merupakan usia yang tepat untuk suatu pendidikan seks, bila anda belum pernah memulainya.

Selama usia awal sekolah, seorang anak pada umumnya terus memainkan alat kelaminnya, seperti yang dilakukannya pada saat masih bayi dan pada saat usia pra sekolah.

Permulaan pubertas memberikan peluang yang bagus untuk mendidik anak anda mengenai perkembangan seksual, terlepas dari apakah anda telah atau belum memberikan pendidikan tersebut. Anda bisa membantu mempersiapkan anak anda menghadapi perubahan-perubahan yang akan terjadi pada dirinya selama beberapa tahun ke depan. Tujuannya adalah agar anak dapat menyambut perubahan-perubahan tersebut tanpa rasa malu atau cemas karena waktu yang terlalu cepat atau pun terlalu lambat.

Jangan khawatir bila pubertas anak anda terjadi sedikit lebih awal atau pun lebih lambat dibanding teman-temannya ? hal ini wajar-wajar saja. Namun, anak anda mungkin akan merasa kaku dan sadar diri akan penyimpangan dari jadwal yang seharusnya. Bersikaplah peka terhadap perasaan-perasaan tersebut. Sekaligus, yakinkan dirinya bahwa apa yang terjadi adalah hal yang wajar-wajar saja. Mungkin akan membantu bila anda menekankan bahwa setiap anak, tak terkecuali anak anda dan teman-temannya, sedang menelusuri jalan yang sama menuju ke kedewasaan, akan tetapi, setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk mencapainya.

American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan bahwa sebelum seorang anak mencapai usia remaja, mereka sudah harus mengetahui perihal:

Nama dan fungsi organ seks pria dan wanita

a.Apa yang terjadi selama pubertas, dan perubahan-perubahan yang menandai datangnya usia dewasa

b.Fungsi dari siklus menstruasi

c.Apa itu senggama dan bagaimana seorang wanita bisa hamil

Read More......

Thursday, October 19, 2006

Penis

Penis adalah organ seksual dan reproduksi pria, terdiri dari kepala, yang disebut ujung penis, dan batang atau tubuh. Lipatan kulit yang disebut kulit khatan menutupi ujung penis. Kulit khatan menyerupai selubung dan dapat digulung ke belakang untuk memperlihatkan kepala penis. Tubuh atau batang penis terbuat dari tiga silinder jaringan lembut berpori-pori, yang mengandung banyak pembuluh darah.

Seluruh penis mengandung banyak ujung saraf yang membuatnya sensitif terhadap sentuhan, tekanan dan suhu. Namun ujung penis memiliki jumlah ujung saraf lebih banyak daripada batang penis, dan karena itu sangat sensitif pada rangsangan fisik. Dua daerah lain yang sangat sensitif adalah batas yang memisahkan ujung dari tubuh penis, disebut saluran korona (coronal ridge, bubungan yang menonjol), dan daerah segitiga kecil pada sisi bawah penis dimana sepotong kulit tipis yang disebut frenulum menempel pada ujung penis. Selama kenikmatan seksual, pembuluh darah pada jaringan berpori menjadi penuh darah dan membengkak. Pelebaran yang cepat dan bertenaga dari pembuluh-pembuluh darah ini di sepanjang penis menyebabkannya mengeras dan bertambah ukurannya.

Peralihan dari penis yang lunak (lembek) ke penis yang lebih keras dan kaku disebut ereksi. Penis biasanya kembali ke keadaan lebih lunak (tidak-lembek) sejenak setelah ejakulasi atau setelah penis tidak lagi dirangsang. Penis yang tegak (ereksi) dimasukkan ke dalam vagina wanita selama tindakan seksual yang disebut hubungan seksual atau senggama. Saat seorang pria mencapai puncak kenikmatan seksual (orgasme), biasanya diiringi semburan cairan mani dari mulut ujung penis. Ini disebut ejakulasi. Semen yang dikeluarkan dari penis selama ejakulasi mengandung sperma, sel reproduktif yang mampu membuahi ovum atau telur, yaitu sel reproduksi wanita. Bila salah satu dari jutaan sperma bertemu sebuah telur di dalam tubuh wanita, penyatuan mereka bisa menghasilkan kehamilan.

Penampilan penis sangat beragam dari satu pria ke pria lain. Terdapat perbedaan pada warna, bentuk, ukuran, dan status kulit khatan (disunat/tidak disunat). Berat badan, bentuk tubuh dan tinggi seorang pria tidak memiliki hubungan dengan ukuran penisnya, baik dalam keadaan lunak maupun keras, begitu pula ukuran penis tidak berhubungan dengan ukuran kaki, tangan atau hidung.

Seni dan media, khususnya majalah pria dan buku-buku serta film erotis, seringkali melukiskan alat kelamin pria dalam dimensi yang ‘lebih besar dari kenyataan’, memberikan pria standar perbandingan yang tidak realistis yang dapat menyebabkan keresahan mereka akan ukuran penisnya. Kekhawatiran akan ukuran penis umum di antara pria semua umur. Bila sedang lunak, biasanya penis menggantung lemas dari tubuh dan memiliki panjang rata-rata 8,5 - 12 cm serta diameter 2,5 cm, walau beberapa mungkin lebih kecil atau lebih besar. Penis yang sama dapat beragam ukurannya bahkan waktu dalam keadaan lunak. Misalnya, udara dingin, air dingin, ketakutan, amarah atau kecemasan, menyebabkan penis, skrotum (bola di kedua sisi penis) dan testis tertarik lebih dekat ke arah tubuh, dengan begitu memperpendeknya. Demikian pula, penis yang lemas sebenarnya dapat memanjang pada kondisi hangat dan saat seorang pria sedang benar-benar santai. Walau ukuran penis yang tidak berereksi berbeda-beda dari satu pria ke pria lain, variasi ini tidak begitu jelas pada keadaan ereksi. Ereksi dapat dianggap sebagai ‘penyeimbang yang hebat’, karena pria dengan penis lunak yang kecil biasanya selama ereksi mengalami peningkatan ukuran dengan persentase lebih besar daripada pria yang memiliki penis lunak lebih besar.

Minat yang besar pada ukuran penis dihubungkan dengan beberapa hal berbeda. Pertama, ini menunjukkan kepentingan untuk menjadi ‘normal’?sama seperti orang-orang lain, atau pastinya tidak lebih buruk. Kedua, ini berhubungan dengan keinginan untuk menjadi cukup mampu secara seksual. Banyak orang di masyarakat Barat percaya bahwa ‘lebih besar sama dengan lebih baik’, dan mitos bahwa penis besar akan memberikan kepuasan seksual yang lebih kepada wanita tersebar luas. Sesungguhnya, diameter penis memiliki efek fisiologis kecil untuk sang wanita, karena vagina dapat secara bertahap menyesuaikan dengan lingkaran penis manapun (ingat, hal ini dirancang, di bawah kondisi yang tepat, untuk memungkinkan bayi melalui jalan yang sama). Panjang penis, yang menentukan kedalaman masuknya ke dalam vagina, relatif tidak penting, karena sepertiga bagian pertama vagina-lah yang memiliki ujung saraf terbanyak dan paling tanggap terhadap rangsangan fisik. Tetapi, ukuran penis bisa memiliki arti psikologis positif atau negatif untuk seorang wanita. beberapa wanita menyukai penis lebih besar; yang lain merasa tersingkir dengan apa yang menurut mereka ‘terlalu besar’ atau ‘terlalu kecil’. Ketiga, pria mungkin merasa bahwa penis lebih besar memberikan mereka elemen status dan membuat mereka lebih menarik secara seksual.

Kadang-kadang, segera setelah kelahiran, kulit khatan diangkat dari penis dalam prosedur yang disebut penyunatan. Keputusan untuk melakukan sunatan seringkali karena alasan agama, dan di beberapa kasus langka penting untuk melepaskan kulit khatan yang terlalu ketat menutup penis. Banyak dokter dan orang tua juga merasa bahwa pengangkatan kulit ini mendukung kesehatan yang lebih baik, walau dengan sedikit bukti untuk mendukung pernyataan ini.

Read More......