Wednesday, January 31, 2007

Kecanduan seks itu seperti apa sih?

Anto suka sekali mengajak teman chattingnya menggunakan kata-kata yang menjurus ke arah pornografi. Kata yang digunakannya juga sangat tidak sopan, sehingga banyak teman chattingnya jijik kalau Anto sudah kurang ajar seperti itu. Mengapa Anto bersikap begitu, apakah ia pecandu seks?

Bisa jadi, karena sering mengemukakan sesuatu yang terkait dengan masalah seksual bisa juga dianggap kecanduan seks. Tetapi saat ini kami mencoba menampilkan cara sederhana untuk menilai apakah seseorang mengidap kecanduan seks. Dua belas pertanyaan berikut mungkin merupakan alat bantu yang berguna untuk Anda menemukannya :

Apakah Anda menyimpan rahasia mengenai kegiatan seksual Anda dari orang- orang yang penting dalam hidup Anda ? Apakah Anda menjalani dua kehidupan sekaligus?

Pernahkah hasrat seksual Anda mendorong Anda untuk melakukan hubungan seks di tempat, situasi ataupun dengan orang yang secara normal tidak akan Anda pilih?

Apakah Anda mencari artikel-artikel ataupun gambar-gambar yang merangsang secara seksual di koran, majalah dan media lainnya?

Apakah fantasi-fantasi seksual Anda mengganggu hubungan Anda atau menjadi tempat pelarian Anda dari masalah?

Apakah Anda senantiasa ingin menjauh dari pasangan setelah berhubungan seks? Apakah Anda sering merasa menyesal, malu, atau bersalah setelah mengalami suatu pengalaman seksual?

Apakah Anda merasa malu dengan seksualitas atau tubuh Anda, misalnya Anda menghindari menyentuh tubuh Anda atau melakukan suatu hubungan seks? Apakah Anda khawatir bahwa diri Anda tidak memiliki hasrat seksual dan bahwa Anda adalah seorang yang aseksual?

Apakah setiap hubungan baru berlanjut dengan pola merusak yang sama, yang menyebabkan Anda memutuskan suatu hubungan?

Apakah Anda membutuhkan frekuensi kegiatan dan variasi seksual yang lebih besar daripada sebelumnya dalam memperoleh pelepasan dan kepuasan?

Pernahkah Anda ditahan atau berada dalam ancaman untuk ditahan karena kebiasaan mengintip, bertelanjang di muka umum, pelacuran, berhubungan seks dengan orang yang belum cukup umur, percakapan tidak senonoh di telepon, dan sebagainya?

Apakah pola kehidupan seksual Anda mengganggu keyakinan dan perkembangan spiritual Anda?

Apakah kegiatan seksual Anda mengandung risiko, ancaman, penyakit, kehamilan, pemaksaan ataupun kekerasan?

Pernahkah perilaku seksual Anda meninggalkan perasaan hampa, terasing, dan ingin bunuh diri?

Jika Anda menemukan jawaban 'ya' pada lebih dari satu pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda disarankan untuk mencari informasi yang lebih lanjut atau berkonsultasi dengan seorang ahli jiwa atau ahli seksologi.

Read More......

Apa yang perlu dilakukan remaja untuk menghindari seks pranikah

Agar remaja mampu menghindari hubungan seksual sebelum menikah atau melakukan abstinentia dengan pasangannya, perlu upaya yang kuat untuk bisa saling menahan dorongan seksual.

Bila sedang berdekatan, kendalikan diri bila timbul keinginan untuk bermesraan lebih jauh. Hindari menyentuh bagian tubuh yang mudah terangsang seperti : alat kelamin, paha, paha sebelah dalam, bokong, payudara, leher dan mulut, karena daerah tersebut mengandung syaraf-syaraf yang sangat peka sehingga jika disentuh dapat mendorong timbulnya nafsu seksual dan melemahkan pengendalian diri. Oleh sebab itu, perlu dibicarakan dengan pasangan, aktivitas-aktivitas yang boleh dilakukan dengan mempertimbangkan konsekuensinya. Di samping itu, perlu juga digali bersama aktivitas non seksual yang bisa dilakukan untuk mempererat hubungan dan bermanfaat bagi pengembangan diri bersama.

Read More......

Apa yang bisa jadi alasan bagi remaja untuk tidak melakukan seks pranikah

  1. Takut hamil dan terkena PMS atau HIV/AIDS.
  2. Harapan keluarga (orang tua tidak mengijinkan hubungan seksual).
  3. Takut pada kekerasan (kemungkinan adanya paksaan dalam melakukan hubungan seksual).
  4. Pertemanan (memberi waktu lebih banyak untuk saling mengenal).
  5. Memegang teguh nilai-nilai agama dan takut berdosa apabila melakukan hubungan seks sebelum menikah.
  6. Belum siap, karena terlalu muda atau memang belum siap bertanggung jawab sepenuhnya.
  7. Tunggu sampai menikah (kurang percaya dengan pacar atau belum tentu menikah dengan pacar).
  8. Takut kehilangan keperawanan.

Read More......

Seks Tak Aman Memicu Meningkatnya PMS

Menurut pemerintah Inggris, penyakit menular seksual (PMS) ? khususnya infeksi klamidia dan gonore ? naik drastis sejak tahun 1995 di negeri ini. Sedangkan jumlah orang yang mendatangi klinik-klinik penyakit seksual meningkat dua kali lipat selama sepuluh tahun terakhir. Para pakar berpendapat, sikap tidak acuh terhadap himbauan untuk melakukan hubungan seks yang aman merupakan penyebab tingginya angka infeksi ini. Sedangkan kelompok yang paling bermasalah ialah wanita muda dan pria homoseksual.

Berdasarkan statistik yang dikeluarkan Pusat Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Public Health Laboratory Service), sejak tahun 1995 diagnosa klamidia genital telah naik 77%, gonore 57%, sifilis 56% dan kutil kelamin 22%. Menurut Dr. Kevin Fenton dari pusat pengawasan penyakit menular lembaga ini, wanita usia muda mengalami kenaikan infeksi gonore dan klamidia yang paling tinggi dan pria homoseks dan biseks mengalami peningkatan infeksi sifilis dua kali lipat antara tahun 1998 dan 1999. Fenton juga mengungkapkan kekhawatiran tentang efek jangka panjang akibat infeksi ini, seperti penyakit radang panggul, gangguan kesuburan atau kehamilan ektopik.

Untuk mengatasi peningkatan PMS ini, pakar kesehatan seks Dr. Trevor Stammers mengusulkan agar para dokter mencoba menyadarkan remaja untuk menghindari hubungan seks dini. Menurutnya, usulan ini akan memberi hasil. Dia membandingkan, anjuran yang sama di kalangan remaja Amerika Serikat telah berhasil menurunkan angka kehamilan. Menurutnya, penyediaan alat kontrasepsi dan pendidikan seks yang lebih terbuka bagi kalangan remaja tidak lagi memadai untuk mengatasinya.

Untuk itu, menurutnya, yang perlu ditegaskan dokter kepada remaja ini ialah bahwa hubungan seks dini mengandung risiko besar dan menimbulkan penyesalan mendalam. Hatinya akan cenderung terluka dan mereka akan lebih berisiko menderita depresi dan melakukan bunuh diri. Sedangkan sisi positif penundaan hubungan seks ialah bahwa mereka akan menikmati kesehatan seks yang lebih baik dalam jangka panjang. Selain itu, penundaan hubungan seks juga merupakan persiapan untuk mempeorleh kenikmatan seks yang lebih sempurna suatu saat.

Read More......

Banyak Remaja Menyesali Telah Berhubungan Seks

Menurut sebuah jajak pendapat oleh National Campaign to Prevent Teen Pregnancy, 55 persen anak lelaki dan 72 persen anak perempuan yang disurvey menyesali keputusan mereka untuk melakukan hubungan seks.

“Jajak pendapat ini hanyalah bukti terbaru bahwa banyak remaja yang mengambil sikap lebih berhati-hati terhadap hubungan seks,” ucap Sally Sachar, wakil direktur kampanye tersebut, dalam sebuah pernyataan. “Hal ini juga menjelaskan fakta bahwa para orang tua dapat, dan harus memainkan peran aktif secara terus menerus dalam membantu anak-anak mereka memahami bahwa seks dapat menunggu.”

Memang benar, 37 persen dari mereka yang disurvey mengatakan bahwa orangtua mereka merupakan pengaruh paling penting dalam keputusan mereka mengenai seks. Tiga puluh persen remaja mengatakan bahwa teman-teman mereka paling berpengaruh dalam keputusan mereka, sementara 11 persen mengatakan media dan 11 persen lainnya mengatakan komunitas keagamaan mereka sebagai pemberi pengaruh terbesar.

Survey tersebut juga menemukan bahwa 78 persen remaja akil baliq yang disurvey percaya bahwa para remaja seharusnya tidak aktif secara seksual. Namun, 54 persen dari para remaja yang disurvey mengatakan bahwa mereka yang aktif secara seksual seharusnya memiliki kemudahan memiliki alat kontrasepsi.

Dan 64 persen dari para remaja yang dimintai jajak pendapat mengatakan bahwa mereka akan menyarankan adik atau teman mereka untuk menunda berhubungan seks setidaknya hingga mereka menyelesaikan sekolah menengah.

Survey tersebut didasarkan pada wawancara-wawancara telepon dengan sekitar 500 remaja akil baliq berusia antara 12 hingga 17 tahun. Wawancara-wawancara tersebut dilakukan oleh sebuah perusahaan riset independen.

Jadi bila hampir dua pertiga dari para remaja Amerika yang telah melakukan hubungan seks berpikir bahwa mereka seharusnya menunggu dulu, mengapa para remaja di Indonesia tidak berusaha juga untuk melakukannya ? Cinta tidak selalu berkonotasi dengan seks, cinta berkonotasi dengan kasih sayang.

Read More......

Pengidap HIV masih abaikan seks aman

Umumnya, orang-orang yang telah terinfeksi HIV cenderung mengabaikan kehidupan seks yang aman. Mereka tetap saja melakukan hubungan seks dengan pasangan yang sehat tanpa alat pelindung. Bahkan, mereka tidak memberitahu bahwa dirinya telah terinfeksi. Akibatnya, segelintir saja di antaranya yang melakukan itu dapat mengakibatkan ribuan orang lain berisiko tinggi terinfeksi virus mematikan ini.

Perilaku buruk ini terungkap setelah Dr. Simon Barton melakukan penelitian terhadap perilaku dan gaya hidup orang yang telah positif mengidap HIV. Dalam penelitian tersebut dilibatkan 600 pengidap virus perusak kekebalan tersebut. Ternyata, sepertiga di antaranya tetap melakukan hubungan seks tanpa alat pelindung sejak terdiagonosa positif. Bahkan, sebagian kecil di antaranya melakukannya dengan cukup sering.

Penelitian tersebut dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada orang-orang yang membeli obat AIDS dari berbagai klinik di London. Menurut Barton, kepala Unit Penyakit Menular Seksual di Rumah Sakit Chelsea and Westminster, London, memang ada kecenderungan bahwa pengidap HIV langsung merasa sembuh setelah menggunakan obat. Akibatnya, mereka akan mudah kembali lagi ke kebiasaan seks bebas dan tidak aman.

Pakar lain juga mengamini bahwa perilaku ceroboh seperti ini merupakan faktor utama pesatnya penyebaran penyakit menular seksual, termasuk HIV. Penyebab sebagian besar orang yang tertular penyakit ini hanyalah segelintir orang yang perilaku seksnya sangat berisiko. Mereka ini sering disebut sebagai super-spreader (penular terbesar).

Sialnya, sebagian di antaranya dengan sengaja tidak mau mengubah perilaku berbahaya ini. Mereka telah sadar akan risikonya, namun tetap saja melakukan hubungan seks yang tidak aman. Sebagian penderitanya pun mengaku bahwa seks yang tidak aman ini makin lazim di kalangan penderita HIV, khususnya setelah munculnya obat-obat penghambat protease dan jenis obat HIV lainnya.

Lalu bagaimana cara mengatasi persoalan ini? Di Skotlandia, orang semacam ini sudah diancam hukuman karena kesengajaan menyebabkan kerugian pada orang lain. Di Inggris sendiri, perlindungan terhadap sikap sembrono seperti ini telah mendapat sorotan dan direncanakan akan segera diberlakukan dalam sistem hukumnya. Orang yang sengaja menularkan penyakitnya tanpa sepengetahuan orang lain dianggap sebagai pelecehan terhadap hak pribadi.

Tidak mustahil perilaku yang sama juga telah merebak di Indonesia. Soalnya, tingkat penyebaran HIV di negeri ini dianggap sebagai salah satu yang cukup memprihatinkan. Selain itu, tingkat kesadaran tentang seks yang aman pun masih sangat rendah. Apakah sistem hukum juga bisa menjadi benteng pertahanan terakhir bagi orang-orang yang masih bebas HIV?

Read More......

Mimpi seks ketika tidur, ah semua merasakan

Setiap orang tahu apa artinya mimpi karena telah mengalaminya sendiri. Tetapi bagaimana dengan mimpi yang berkaitan dengan seks? Menurut pakar, sembilan di antara sepuluh pria mengingat bahwa dia sendiri pernah mempunyai mimpi berisi seks. Bahkan, hampir semua wanita yang pernah ditanyai tentang masalah ini mengaku pernah bermimpi sambil menikmati seks.

Mungkin, istilah yang sering kita dengar selama ini ialah “mimpi basah”, meskipun penggunaannya kurang tepat. Tentu saja, yang dimaksud dengan mimpi basah ialah terjadinya orgasme ketika tidur, namun ini hanya terbatas pada pria. Sebenarnya, wanita juga pernah mengalami orgasme ketika mengalami mimpi seks.

Barangkali, istilah yang tepat ialah ejakulasi noktural (nocturnal ejaculation) atau orgasme noktural (nocturnal orgasm). Maksudnya ialah ejakulasi atau orgasme pada malam hari ketika sedang tidur. Ogasme dan ejakulasi ini terjadi karena rangsangan seksual yang diterima pada saat tidur.

Mimpi seks dapat sangat nikmat dan menakjubkan, namun dapat juga sangat membingungkan. Namun, sebagian lebih realistis, dengan meninggalkan kenangan bagi orang tersebut. Ia tahu dengan tepat apa saja yang terjadi. Namun, yang jelas, semua mimpi ini sering disertai oleh keinginan atau hasrat seks.

Lalu apa yang terjadi apabila orang mempunyai mimpi seks? Selama mimpi ini, pria mungkin akan mengalami ereksi. Sering pria ini juga akan mengalami ejakulasi noktural, khususnya ketika mereka masih muda. Bahkan, sebagian besar ejakulasi pertama pria terjadi di tengah-tengah mimpi seks ini. Sekitar setengah anak-anak berusia 15 tahun pernah mengalami pengalaman ejakulasi noktural seperti ini. Namun, hal itu juga dapat saja terjadi pada pria yang lebih tua.

Sebagaimana disebutkan, mimpi seks ini lebih banyak dialami wanita. Tetapi, apa sebenarnya yang mereka alami ketika mempunyai mimpi seks? Tentu saja, mereka tidak pernah “mimpi basah” pada malam hari. Bagi wanita, mimpi seks ini dapat disertai oleh orgasme. Namun, hanya sedikit di antaranya yang pernah mengaku mengalaminya, dan itu pun terjadi hanya kalau mimpinya sangat erotis.

Gairah seks wanita juga dapat begitu tinggi pada saat terbangun setelah mengalami mimpi seks ini. Akibatnya, mereka akan melampiaskan keinginan yang menggebu-gebu tersebut dengan melakukan masturbasi. Sebagaimana sebagian pria mengalami ejakulasi pertama pada saat mimpi seks, sejumlah wanita juga mengalami orgasme pertamanya dalam mimpi erotis ini.

Read More......