Pijat-memijat dalam kehidupan suami-istri dipercaya bisa untuk mengurangi kelelahan fisik dan mengendurkan ketegangan psikologis akibat aktivitas sehari-hari.
Jika melibatkan unsur-unsur erotis, pijatan akan menimbulkan sensasi kenikmatan tertentu. Kalau meningkat ke tahap pijat genital, perasaan pasangan yang dipijat dapat melambung hingga “langit ketujuh”.
"Setelah melewati hari-hari kerja yang melelahkan, saya tidak selalu dalam keadaan bugar. Tak jarang kondisi tubuh macam itu menggiring pikiran saya pada kebutuhan hubungan seksual. Beruntung Rob selalu dapat membawa saya melayang lewat pijatannya. Ketika dia memijat saya, beban yang saya rasakan secara berangsur lepas dan saya seakan kembali hidup. Saya bilang padanya kalau saya senang sekali setiap kali ia memijat saya. Dia juga tidak pernah memaksa saya untuk melakukan hubungan seksual, walaupun setelah dipijat, saya sepertinya ingin bercinta. Pijat bagi kami merupakan cara penting untuk mendapatkan perasaan lebih dekat dan mesra.”
Begitulah pengakuan Jemilia dalam buku The Lovers’ Guide, The Art of Better Lovemaking (1992) yang ditulis Dr. Andrew Stanway, konsultan seks kenamaan dari Australia. Dengan pijat, Jemilia bisa melepaskan segala kepenatan dan ketegangannya setelah seharian sibuk beraktivitas. Setelah kondisi tubuhnya segar kembali, ia siap melalui malam dengan istirahat, agar esok hari bisa kembali menjalani kegiatan di tengah kehidupan masyarakat modern yang penuh tekanan. Atau, kalau memang menginginkan dan disetujui suami, ia bisa mengisi malam dengan keindahan hubungan seksual.
Betul, kehidupan modern memang menyumbang tekanan yang luar biasa terhadap jiwa dan raga. Pijat bisa dijadikan salah satu alternatif solusi untuk melepas kelelahan fisik dan psikologis itu.
Manfaatnya akan lebih besar bila pijat saling dilakukan oleh pasangan. Selain untuk mengurangi kelelahan fisik dan ketegangan psikologis, menurut Dr. Andrew, saling memijat itu cara terbaik untuk mengenali bagian tubuh pasangan. Juga bisa dijadikan pengantar sensasional untuk bercinta atau bagian dari kegiatan bercinta itu sendiri.
Belajar bagaimana mengapresiasi dan menyentuh satu sama lain dalam keadaan polos tanpa busana itu juga menjadi cara yang sangat membantu untuk mengetahui letak geografis organ genital pasangan dan pola rangsangan. Dalam kondisi yang sangat rileks, masing-masing bisa menanggalkan rasa malu dan bergiliran mempelajari organ genital pasangannya secara detail. Untuk itu memang perlu diluangkan waktu yang cukup agar dapat berbagi dengan pasangan tentang segala sesuatu yang dirasakan.
Pijat antarpasangan itu ada tiga jenis, yakni pijat relaksasi, pijat sensual, dan pijat genital. Pijat relaksasi (biasa disebut pijat saja, tanpa embel-embel) berguna untuk membuat jiwa dan raga jadi rileks; mirip yang dilakukan Mbok Nah si tukang pijat, tapi yang ini dilakukan oleh pasangan. Kalau menyertakan unsur-unsur erotis, orang menyebutnya pijat sensual. Sedangkan pijat genital diarahkan khusus pada organ intim untuk memperoleh rangsangan seksual.
Meski dilakukan oleh pasangan suami-istri (pasutri), pijat-memijat tidak diuraikan dalam Kama Sutra, panduan bercinta ala India yang kesohor itu. Namun, menurut Anne Hooper, penulis buku Kama Sutra yang dipublikasikan penerbit Dorling Kindersley, selama ratusan tahun pijat dinilai sangat berarti dalam mengusir kelelahan fisik dan tekanan psikologis. Keadaan tubuh yang segar dan rileks inilah yang diperlukan untuk bisa melakukan aktivitas seksual yang menyenangkan. Inilah salah satu manfaat pijat.
Saturday, March 3, 2007
Pijat Sensual Bikin Hubungan Makin Mesra
Posted by
best
at
9:43 AM
0
comments
Tak Puas Seks Kilat
Pada suatu waktu, Sinta dan suaminya melakukan hubungan seksual di pagi hari. Tetapi mereka kapok.
“Karena sesudah itu, bawaannya malah ngantuk. Lagian kalau melakukannya di waktu serangan fajar, rasanya saya dan suami jadi terburu Karena harus cepat-cepat mandi dan mempersiapkan segala sesuatunya sebelum pergi ke kantor,” katanya.
Meski Sinta tahu, hubungan intim di pagi hari punya banyak keuntungan, seperti kadar hormon testoteron lelaki yang lebih tinggi. Bahkan dia pernah mendengar, perempuan akan lebih mudah mencapai orgasme jika bercinta di pagi buta. Karena badan terasa segar setelah beristirahat semalaman. Pada dasarnya, wanita sangat perlu keadaan rileks untuk berhubungan seksual. Pagi hari merupakan waktu yang cocok.
Untuk memberi nuansa baru, Sinta dan suaminya juga pernah mencoba berhubungan intim di siang hari, ketika libur akhir pekan. Kalau pas rumah sedang kosong dan ada kesempatan. Seperti anak sedang tidur, pembantu juga sedang pergi. “Asyik juga sensasinya berhubungan suami-istni di siang hari. Kadang kita coba-coba juga seks kilat. Asyik dan bikin deg-degan,” ungkap Sinta. Tetapi Sinta kerap kurang puas saat melakukan seks kilat. Ia kurang bisa menikmati, karena kesannya terburu-buru dan tidak mudah mencapai klimaks.
Jadi, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk bercinta?
Seks terapis Paula Hall, dalam sebuah artikelnya di bbc.co.uk menekankan pentingnya kualitas hubungan suami-istri ketimbang kuantitas atau berapa kali bersetubuh. Untuk mencapai kualitas hubungan seksual yang baik, Paula menganjurkan seks di pagi hari. “Ketika Anda mencintai seseorang, seluruh hidup akan Anda berikan pada pasangan Anda, termasuk tubuh Anda. Jika Anda melakukan hubungan intim pada malam menjelang tidur, energi sudah banyak terkuras, sehingga tidak seprima di pagi hari,” ungkap Paula.
Frekuensi tidak penting. Masih kata Paula, “Seminggu sekali berhubungan seksual, jika berkualitas, sudah cukup. Meskipun Anda sering melakukan hubungan intim, tetapi jika pasangan Anda tidak terpuaskan, tentu secara keseluruhan malah bikin bete.”
Buat pasangan yang sibuk bekerja sepanjang hari, juga pasangan yang sudah punya anak, dengan membuat jadwal satu hari saja dalam seminggu untuk seks niscaya akan mendapat sebuah kejutan. Masak, ngeseks dijadwal? Memang dipercaya seks itu spontanitas. Namun, jika hanya menunggu kapan spontanitas itu datang, ia tidak akan datang. Kalau sudah dijadwal atau direncanakan, justru akan muncul spontanitas dan kejutan.
Ada saatnya memberi dan menerima. Mitos menyatakan, kala bercinta, kita dan pasangan harus bisa memberi dan menerima kenikmatan secara menyeluruh dan bersamaan. Faktanya sulit terlaksana. “Nikmatilah saat menerima rangsangan dari pasangan Anda. Sebaliknya, berilah rangsangan ketika pasangan Anda menikmatinya,” jelas Paula.
Tidak kalah pentingnya adalah komunikasi dalam bercinta. Beberapa orang percaya seks itu perkara insting. Jika pasangan mengerang nikmat, berarti ia terpuaskan. Padahal komunikasi demikian kerap salah persepsi. Kenapa tidak bicara langsung pada pasangan. Enak yang mana? Lebih keras, lebih cepat, atau pelan-pelan?
“Yuk Ma, masih ada waktu sebelum berangkat ke kantor.”
Posted by
best
at
9:40 AM
1 comments
Sulit Orgasme.!
Seks mungkin bisa menyembuhkan sakit kepala, tetapi seks lebih sering membuat sakit kepala. Laki-laki yang mengalami disfungsi seksual –entah impoten, ejakulasi dini, atau rendahnya dorongan seksual- mungkin menyita hingga 80-90 persen waktu mereka untuk memikirkannya.
Dalam situasi demikian mereka menjadi kurang tidur, kemudian menderita depresi dan cemas. Mereka mungkin bermasalah dalam hal hubungan dengan pasangan dan sulit berkonsentrasi dalam pekerjaan. Dan akhirnya seluruh hidupnya terpengaruh.
Bagaimana dengan perempuan? Perempuan umumnya mengalami masalah dalam hal orgasme. Dalam faktanya, 65 persen laki-laki melaporkan selalu mencapai orgasme saat berhubungan seksual, dan hanya 15 persen perempuan yang melaporkan hal yang sama.
"Data statistik mengatakan bahwa lebih dari separuh dari perempuan di dunia ini mengalami kesulitan mencapai orgasme dan prosentase perempuan yang lebih kecil lagi termasuk mereka yang sama sekali tidak pernah mencapai orgasme," ujar psikiater dan ahli terapi seks Barbara De Angelis.
Agar lebih jelas, Anda simak keluhan seorang perempuan dalam Love, Sex and Relationship berikut ini. Perempuan ini bertanya-tanya: Bagaimana caranya belajar mencapai orgasme ketika berhubungan seks? Apa artinya bila seseorang tidak bisa mencapai orgasme?
"Apakah ada sesuatu yang salah dalam diri saya jika saya tidak pernah mencapai orgasme dalam bercinta? Pasangan saya telah mencoba segalanya, tapi betapa pun saya mencintainya, saya tetap tidak bisa mencapai orgasme ketika berhubungan seks. Meski tampaknya pasangan saya sabar menerima fakta ini, saya tahu dia sangat frustasi. Lantaran teramat malunya sampai-sampai saya berpura-pura orgasme. Kalau bisa, saya malah ingin menghindari berhubungan seks selama hidup saya karena ketidakmampuan mencapi orgasme ini benar-benar menganggu hubungan kami."
Apa itu orgasme?
Orang Perancis menyebutnya le petit mort, kematian kecil (the little death). Asal kata orgasme adalah dari bahasa Yunani orgasmus, yang berarti menjadi matang, membengkak, penuh gairah, dan bahasa Sansekerta urg, yang berrati kuat.
Kalau Anda sering baca novel, penulis novel biasanya menggambarkannya dalam istilah "gempa bumi", "mengguncang dunia" dan kadang-kadang menyebutnya "klimaks".
Secara lebih rinci, terlepas dari berbagai istilah sensasional di atas, orgasme menurut Joel D. Block , PhD, penulis Secrets of Better Sex, adalah urutan kontraksi ritmik yang dicetuskan oleh stimulasi fisik dan psikologis yang kuat dan biasanya berlangsung 3-20 detik. Sebagian orang, kadang-kadang terus mengalami sensasi tersebut selama satu menit atau lebih.
Orgasme adalah tahapan ketiga dari empat tahapan dalam rangsangan seksual yang diamati Dr Masters and Johnson: gairah, rangsangan, orgasme dan resolusi. Tekanan darah dan kecepatan denyut jantung meningkat selama dua tahapan pertama, dan mencapai titik tertinggi pada fase orgasme.
Laki-laki dan perempuan, biasanya menunjukkan perubahan fisik lain selama orgasme , termasuk menggelapnya warna areola payudara dan genital.
Menurut Block, di dalam masyarakat Barat, pada akhir abad ke 20, orgasme perempuan dijadikan sebagai standar dari kualitas hubungan seksual yang mereka lakukan. Laki-laki mengangap dirinya kekasih yang baik jika ia bisa "memberikan" kepada pasangannya satu orgasme atau lebih baik beberapa kali orgasme setiap kali mereka berhubungan seksual.
Kalau Anda sering menyimak komentar perempuan Indonesia yang menikah dengan laki-laki barat, umumnya mereka memuji perhatian, dan perlakuan yang diberikan pasangannya, yang digambarkan sangat menghargai (bahkan tidak segan-segan bertanya) apa yang diinginkan perempuan untuk mendapatkan hubungan seksual yang memuaskan. Sesuatu hal, yang menurut mereka- jarang dilakukan oleh laki-laki Indonesia pada umumnya. Begitukah?
Mencapai Puncak
Berkaitan dengan pendakian menuju kepuasan seks, sering digambarkan perempuan menggunakan tangga biasa sedangkan laki-laki menggunakan elevator. Atau dalam istilah dapur, laki-laki adalah microwave dan perempuan tungku arang. Perempuan memang membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan orgasme.
Sebenarnya, respon seksual perempuan mirip dengan laki-laki. Perempuan dan laki-laki mengalami empat tahap seperti yang sudah disebutkan di atas: gairah, rangsangan, orgasme dan resolusi –dengan perubahan aliran darah yang jelas menyertai tahap-tahap itu.
Bagi laki-laki, peningkatan aliran darah menyebabkan hasil yang jelas: ereksi! Pada perempuan, tingkat rangsangan hampir tidak terlihat . Dalam faktanya, banyak perempuan bahkan tidak mengetahui saat dirinya terangsang. Salah satu alasan adalah: karena terlalu banyak hal yang terjadi dalam tubuh perempuan selam fase ini dan sulit untuk mengenali satu perubahan tertentu. Tetapi yang jelas "ada sesuatu" yang terjadi.
The Female Body, menggambarkan proses ini dimulai saat jaringan erektil di dalam klitoris terisi darah dan klitoris menjadi keras. Bibir vagina dalam dan luar membengkak, dan bibir dalam berubah menjadi merah gelap atau merah terang. Vagina juga menjadi basa –ini akibat cairan yang dikeluarkan oleh dinding vagina. Otot-otot yang mendukung rahim mulai mengencang, menyebabkan rahim terangkat, dan ujung atas vagina (cul-de-sac) melebar.
Saat perempuan mendekati orgasme, areola atau kulit gelap disekitar payudara menjadi membengkak. Pada perempuan yang belum pernah menyusui , ukuran payudara meningkat 20-25 persen. Pernapasan menjadi dangkal dan cepat.
Ketika perempuan akhirnya mencapai orgasme, beginilah yang kira-kira terjadi pada tubuhnya: Otot di sekitar rahim dan serviks mengalami peregangan sehingga perut tertarik ke dalam. Tekanan darah, pernapasan dan kecepatan jantung mencapai puncaknya. Perempuan mungkin merasakan sensasi geli di beberapa bagian tubuh, dan perasaan hangat bergerak dari genital, hingga dada, leher dan wajah.
Jalan mana yang Anda tempuh?
Hingga 70 persen perempuan, membutuhkan stimulasi klitoris langsung untuk mencapai orgasme. Tetapi walau-pun orgasme klitoral yang paling sering, perempuan juga dapat mencapai klimaks dari stimulasi G-spot, nama suatu daerah di dalam vagina yang sangat sensitif. Merangsang daerah vaginal ini, dapat menghasilkan respon orgasme yang sangat kuat pada sebagian perempuan.
Seorang peneliti seks terkenal, Alferd Kinsey, D.Sc, adalah orang yang mempelopori pandangan bahwa klitoris memberikan satu-satunya jalan untuk mencapai orgasme pada perempuan.
Dalam eksperimennya, Kinsey menyimpulkan bahwa daerah vagina memiliki sangat sedikit ujung saraf sehingga sensitivitasnya sangat kecil. Dan respon seksual perempuan terletak pada klitoris saja. Pandangan ini didukung tim peneliti suami-istri Masters MD dan Virginia Johnson yang melakukan riset serupa.
"Tidak peduli bagaimana suatu orgasme dihasilkan ( dengan masturbasi, seks oral, hubungan vaginal, hubungan anal atau menggunakan vibrator), sebagian perempuan menggambarkan sensasi orgasme mereka berawal dari timbulnya secara mendadak perasaan hangat dan nikmat pada klitoris," ujar Dr Masters and Johnson serta Robert Kolodny, MD, penulis Heterosexuality.
Namun, sebagian perempuan mengatakan mengalami orgasme yang berasal dari dalam vagina, seperti yang digambarkan ahli psikologi John D Perry, PhD dan rekannya dalam buku laris The G-Spot. Dr Perry berpendapat banyak perempuan memiliki daerah sensitif pada dinding depan atau atas vagina. Dan rangsangan pada tempat yang dinamakan G-spot itu dapat memicu orgasme yang kuat.
Sayangnya, sebagian besar perempuan bahkan tidak dapat menemukan tempatnya atau membayangkan bagaimana mencarinya.
Apa yang harus dilakukan perempuan?
Tidak usah malu. Sebaiknya, perempuan tidak usah merasa malu untuk meminta apa saja yang dibutuhkan atau mengerakkan dirinya sendiri selama berhubungan seksual.
Bebaskan pikiran dan fantasi. Jangan sekali-kali mencoba menekan keinginan dan fantasi seksual sebagai rasa bersalah.
Ubah sikap yang menghalangi orgasme. Misalnya, berpikir bahwa pasangannya lelah sehingga harus lebih cepat menyelesaikan hubungan intim. Dan beranggapan bahwa memberikan kepuasan bagi pasangannya lebih penting dari menyenangkan diri sendiri.
Lakukan Eksperimen. Perempuan harus mencoba menemukan posisi yang paling efektif untuk dirinya dan memberitahu pasangannya posisi apa yang paling disukai.
Catatan: Sebaiknya perempuan memperhatikan pula pola makannya, bagaimana pun terjadinya kenikmatan seksual yang paling utama disebabkan oleh aliran darah. Jika makanan Anda terlalu banyak mengandung lemak, menyebabkan peredaran darah dalam tubuh Anda terganggu dan tidak lancar. Akibatnya, tentu saja menyulitkan Anda untuk mengalami rangsangan seksual dari orgasme.
Posted by
best
at
9:37 AM
0
comments
Akibat Obat Oles?
Sekitar 50% Kasus
Ejakulasi yang terlampau cepat berlangsung atau yang sering disebut ejakulasi dini, merupakan salah satu gangguan fungsi seksual yang banyak terjadi di masyarakat. Berdasarkan pengalaman di klinik, jumlah pria yang mengalami ejakulasi dini cukup banyak.
Gangguan fungsi seksual ini merupakan 50 persen dari semua gangguan fungsi seksual pada pria. Kalau dulu pria dengan ejakulasi dini cenderung menutupi gangguan yang dialaminya, kini mereka sudah semakin terbuka menyampaikan masalahnya.
Ternyata keterbukaan menyampaikan masalah untuk dapat mengatasinya, sebagian justru didorong oleh istrinya. Ini mudah dimengerti karena istri juga merasakan akibat bila suaminya mengalami ejakulasi dini.
Ejakulasi dini ialah ketidakmampuan menahan ejakulasi sampai istri mencapai orgasme, paling sedikit 50 persen dari kesempatan melakukan hubungan seksual, dengan syarat tidak ada gangguan seksual pada istri.
Gangguan ini terjadi bervariasi, mulai dari yang ringan, sedang, sampai berat. Pada yang berat, bahkan hubungan seksual tidak dapat berlangsung karena ejakulasi sudah segera terjadi.
Istri Terganggu
Ejakulasi dini dilatarbelakangi oleh kebiasaan mencapai ejakulasi secara tergesa-gesa pada masa lalu. Agaknya kebiasaan ini pada akhirnya melenyapkan kemampuan mengontrol ejakulasi. Selain itu diduga berkurangnya fungsi suatu neurotransmitter serotonin menyebabkan hilangnya kemampuan menghambat ejakulasi.
Apapun penyebabnya, yang pasti ejakulasi dini dapat menimbulkan kekecewaan, kecemasan, bahkan ketakutan pada pria yang mengalaminya. Lebih jauh, bahkan dapat mengakibatkan disfungsi ereksi.
Di pihak lain, sang istri juga merasa kecewa karena hubungan seksual tidak seperti yang diharapkan. Jadi, mudah dimengerti kalau istri Anda merasa kecewa.
Lebih lanjut kecemasan yang dialami pria yang mengalami ejakulaasi dini, justru semakin memperberat keadaan ejakulasi dini. Keadaan ini semakin lebih buruk bila istri menyalahkan atau menyudutkan suami yang mengalami gangguan fungsi seksual itu.
Mati Rasa
Di pasaran memang banyak dijual secara bebas obat yang diiklankan untuk mengatasi ejakulasi dini, seperti yang pernah Anda coba. Sebagian obat itu tidak mencantumkan apa isinya, sehingga sulit dipertanggungjawabkan manfaatnya.
Sebagian memang mencantumkan seperti obat oles atau semprot, yang mengandung bahan pemati rasa. Namun obat-obat kuat itu ternyata tidak memberikan hasil yang baik seperti yang Anda alami.
Jadi walaupun penis menjadi mati rasa, ejakulasi tetap saja cepat terjadi. Sebagian istri bahkan mati rasa juga di vaginanya karena bahan yang digunakan suami bergeser ke istri ketika melakukan hubungan seksual.
Ejakulasi dini dapat diatasi dengan obat yang bersifat menghambat saraf yang bertanggung jawab terhadap fungsi ejakulasi. Selain itu, dapat diatasi dengan latihan seksual yang bertujuan mengontrol ejakulasi.
Mengenai keputihan, apalagi yang menimbulkan bau tidak sedap, memang mudah dimengerti kalau dapat mengganggu hubungan seksual. Bahkan, dapat menimbulkan gangguan fungsi seksual pada pria karena terjadi hambatan secara psikis.
Mengenai keputihan yang oleh istri Anda dianggap sebagai akibat obat oles yang Anda gunakan, saya tidak dapat menjelaskan karena saya tak tahu apa yang terkandung di dalam obat itu. Kalau obat itu diproduksi tanpa mengindahkan syarat yang ditentukan mungkin saja mengalami pencemaran, misalnya oleh jamur sehingga menimbulkan keputihan dengan bau yang mengganggu pada istri Anda
Posted by
best
at
3:50 AM
0
comments
Lagi, Korban Iklan
Korban Penipuan
Beberapa waktu lalu saya telah memberikan penjelasan ketika menjawab surat seorang pembaca yang mengalami masalah seperti yang Anda alami. Sungguh menyedihkan kalau masih saja ada korban yang berjatuhan karena masalah yang sama.
Apa artinya? Itu berarti penipuan melalul iklan yang menawarkan penambahan ukuran penis dalam waktu singkat, tetap saja beredar luas. Inilah salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat kita yang minim informasi tentang seksualitas.
Saya telah menerima cukup banyak pria yang mengalami perubahan, bahkan kerusakan bentuk anatomi penis akibat disuntik dengan silikon cair ataun kolagen maupun bahan lain. Sebagian mengalami gangguan ereksi.
Mereka adalah korban penipuan melalui iklan di media massa yang menawarkan penambahan ukuran penis. Suami Anda jelas menambah daftar korban yang bertebaran di banyak kota di seluruh Indonesia.
Kalau Anda bertanya apa tujuan suami melakukan itu, saya pikir tujuannya untuk lebih memuaskan pasangan. Sayang sekali, tujuan itu hanya didasarkan pada mitos yang menyatakan bahwa ukuran penis menentukan bagi kepuasan seksual wanita.
Padahal, itu hanya mitos alias informasi yang tidak benar walaupun sudah beredar luas di masyarakat. Ukuran penis, sepanjang telah berkembang normal, tidak menentukan bagi kepuasan seksual wanita. Akibat mitos tersebut, banyak pria yang terkecoh oleh iklan bohong itu.
Menyangkut Etika
Saya dapat mengerti kalau Anda menjadi tidak terangsang karena merasa jijik dan takut. Banyak istri yang suaminya mengalami kejadian itu juga bereaksi seperti Anda. Akibatnya, kehidupan seksual menjadi terganggu.
Perubahan bentuk menyebabkan penis tampak tidak proporsional, bahkan sebagian sering mengalami keradangan. Gangguan ereksi mungkin disebabkan hambatan psikis setelah mengetahui gangguan anatomi penisnya, atau mungkin juga karena ada sebagian bahan yang disuntikkan masuk ke ruang pembuluh darah penis dan menyumbatnya.
Cara yang dilakukan oleh pemasang iklan menambah ukuran penis itu sangat jelas suatu penipuan. Cara itu bukan merupakan cara ilmiah kedokteran, dan terbukti korban telah berjatuhan. Suami Anda hanyalah satu dari sekian banyak korban.
Mengenai iklan yang terus muncul di media massa memang seharusnya dihentikan sejak lama. Tentu kita harus mengimbau pihak media massa agar berhenti memuat iklan seperti itu, meminta tanggungjawab moral mereka.
Saya pikir di dunia periklanan juga ada etika, dan saya yakin ada juga semacam dewan etika yang mengatur isi iklan. Di pihak lain, media massa yang berkualitas agar menyebarluaskan informasi yang benar, sehingga masyarakat tidak tertipu oleh iklan seperti itu lagi.
Solusinya Operasi
Untuk mengembailkan bentuk penis ke bentuk normal, diperlukan tindakan operasi untuk membuang jaringan yang telah dilekati oleh silikon cair atau bahan lain itu. Lalu, apakah kemuungkinan fungsi ereksinya langsung menjadi normal kembali, tergantung pada penyebabnya seperti saya uraikan di atas.
Mengenai malapraktik atau bukan, sangat ditentukan oleh siapa pelakunya. Kalau pelakunya dokter, tentu tindakan itu termasuk malapraktik, bahkan pidana. Kalau pelakunya bukan dokter, tentu istilah malapraktik tidak mencakup mereka.
Meski demikian, pasti itu suatu tindakan yang melanggar hukum. Masalahnya, korban tidak segera melaporkan kepada pihak kepolisian, sehingga pelaku sudah menghilang dari tempat yang disewanya untuk praktik penipuan itu.
Sepengetahuan saya, pemasang iklan dan pelaku tindakan itu bukan dokter, bahkan orang yang tidak punya dasar kedokteran sama sekali. Akhirnya, saya serukan agar masyarakat berhati-hati membaca iklan seperti itu
Posted by
best
at
3:48 AM
0
comments
6 Mitos Seks
Ada banyak mitos tentang seks yang sering kita dengar. Sebagian benar, tapi sebagian lainnya tak tepat.
Berikut beberapa mitos yang kerap muncul:
Mitos 1:
Masturbasi tidak berdampak pada hubungan seks.
Kenyataannya:
Walaupun masturbasi tidak menimbulkan masalah yang serius dan tidak merusak tubuh, tetapi bila Anda melakukannya secara konstan, kemungkinan Anda tidak dapat mencapai orgasme melalui hubungan seks vaginal ataupun oral. Bila Anda biasa menggunakan tangan untuk melakukan masturbasi, kecil kemungkinan vagina yang basah dan lembut dapat menimbulkan sensasi yang Anda inginkan. Sebaiknya, hentikan masturbasi atau kurangi frekuensinya agar Anda dapat menikmati dan kembali peka dalam melakukan hubungan seks vaginal ataupun oral.
Mitos 2:
Kondom 100% aman.
Kenyataannya:
Kondom tidak 100% efektif, ditambah lagi pemakaian yang tidak tepat dapat menyebabkan kehamilan dan tertularnya penyakit kelamin. Pria sering menyimpan kondom di dalam dompet (sehingga kondom tertekan) dan atau di laci mobil (terkena panas) dan menyimpan kondom di tempat yang tidak memenuhi syarat yang bisa merusak efektivitasnya. Bila Anda ingin penggunaan kondom bermanfaat, pastikan Anda tahu persis masa berlakunya, ikuti instrukti yang tertulis dan pakailah sebelum penetrasi.
Mitos 3:
Anda tidak akan tertular penyakit melalui oral seks.
Kenyataannya:
Oral seks tidak berbeda dengan jenis-jenis hubungan seks lain, yaitu sama-sama dapat menularkan penyakit kelamin atau penyakit lain. Penyakit yang paling umum ditularkan melalui seks oral adalah virus, herpes, dan kutil pada genital. Selain itu juga penyakit-penyakit seperti HIV, gonorrhea, hepatitis, sipilis dan penyakit-penyakit lainnya.
Intinya, sebaiknya tidak melakukan hubungan seks dengan orang yang tidak Anda ketahui latar belakang kehidupannya dan dengan orang yang belum pernah melakukan tes penyakit STD.
Mitos 4:
Semua wanita perdarahan pada saat pertama kali berhubungan intim.
Kenyataannya:
Yang menyebabkan wanita mengalami perdarahan pada saat pertama kali berhubungan seks adalah karena robeknya selaput dara. Selaput dara merupakan lapisan kulit yang sangat halus yang dapat dijumpai pada saat pembukaan vagina. Namun, selaput dara seorang wanita juga dapat robek bila yang bersangkutan melakukan olah raga sepeda, naik kuda atau bahkan karena masturbasi atau penggunaan tampon.
Intinya, bila wanita tidak mengalami perdarahan sesudah melakukan hubungan seks yang pertama kali tidak berarti bahwa dia tidak perawan.
Mitos 5:
Pria selalu memiliki rangsangan seks yang lebih tinggi daripada wanita.
Kenyataannya:
Rangsangan seks pada pria dan wanita beragam. Walaupun pria cenderung memiliki rangsangan seks yang lebih tinggi yang disebabkan oleh hormon testosteron yang mereka miliki, tidak sedikit wanita yang memiliki rangsangan seks yang tinggi yang juga disebabkan karena tingkatan testosteronnya. Selain itu, tidak sedikit pria yang biasa-biasa saja terhadap hubungan seks. Tingkatan hormon setiap orang berbeda-beda, dan ini bukan hanya karena masalah testosteron, tetapi juga karena faktor-faktor lain seperti stres ataupun rasa lelah yang dapat menghambat keinginan pria dalam berhubungan seks.
Intinya, cari pasangan yang dapat berbagi minat seksual yang sama.
Mitos 6:
Bila wanita tidak mengalami orgasme pada saat berhubungan seks artinya dia tidak menikmati hubungan seks tersebut.
Kenyataannya:
Sebagian besar wanita mengalami kesulitan dalam mencapai orgasme selama berhubungan seks. Orgasme pada wanita biasanya dapat terjadi melalui rangsangan pada klitoris dengan memakai jari. Berbeda dengan pria, wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat menikmati sensasi hubungan seks. Sering terjadi, pria mengalami orgasme lebih dahulu dari wanita, tetapi ini tidak berarti mereka tidak menikmati hubungan seks yang terjadi. Tentu saja mereka sangat ingin mencapai orgasme, tetapi bagi wanita, orgasme bukanlah segalanya. Yang penting, Anda dapat membuat hubungan seks tersebut menjadi hubungan istimewa yang tidak dapat mereka lupakan. Jangan perlihatkan kekecewaan Anda karena mereka tidak mengalami orgasme. Ini hanya akan membuat mereka berpura-pura mengalami orgasme
Posted by
best
at
3:42 AM
0
comments
Seks Yang Aman Selama Kehamilan
Selain perubahan fisik, wanita yang sedang hamil biasanya memiliki perubahan kebutuhan akan perhatian dan keintiman dalam hubungan dengan pasangannya. Dari sisi emosianal, wanita hamil lebih sensitif, dan keintiman sudah bisa mereka rasakan lewat sentuhan atau sekedar bicara berdua dengan pasangan di tempat tidur sambil berpegangan tangan, meski begitu hubungan seks sama sekali tidak dilarang selama masa kehamilan.
Berikut rambu-rambu yang perlu Anda ketahui untuk melakukan seks yang aman ketika hamil :
- Posisi woman on top atau menyamping adalah posisi yang nyaman untuk wanita hamil.
- Sebelum melakukan penetrasi yang dalam, yang harus diutamakan adalah kenyamanan dan kebebasan ibu hamil.
- Penggunaan benda asing di sekitar vagina atau alat bantu seks, sebisa mungkin dihindari.
- Rasa pengertian, empati, kreatifitas dan humor adalah aspek yang sebaiknya ada ketika melakukan hubungan seksual pada saat kehamilan.
- Kapan pun, ibu hamil berhak mengatakan ’Tidak’
- Jika kehamilannya memiliki resiko tinggi, penetrasi dan orgasme sebaiknya dihindari sampai dokter menyatakan aman. Rangsangan melalui puting juga harus dihindari pada kondisi kehamilan seperti ini.
- Hindari penetrasi jika air ketuban bocor atau pecah.
- Kontak seksual dalam bentuk apa pun harus dihindari jika ibu hamil atau pasangannya telah terkontaminasi atau terkena virus HIV. Gunakan kondom jika memang tetap ingin melakukan aktivitas seksual
Posted by
best
at
3:33 AM
0
comments